PENDAHULUAN

Dunia kini mengalami kemajuan yang sangat pesat di segala bidang terlebih lagi bagi negara yang sedang berkembang kini mulai memantapkan pendiriannya agar menjadi negara yang maju dengan segala kemajuan teknologi yang ada agar mampu bersaing di tingkat internasional. Perkembangan yang sangat pesat terjadi dalam bidang kepariwisataan, transportasi serta komunikasi, yang di kenal dengan sebutan 3T yaitu (tourism, transportasion, and tele-comunikasion). Perkembangan tersebut membuat arti penting terhadap perkembangan perekonomian, kehidupan sosial-budaya dan pendidikan baik skala nasional maupun global. Industri kepariwisataan merupakan industri yang sangat menjanjikan dalam penyediaan modal serta industri yang padat karya, oleh karena itu banyak negara hampir di seluruh dunia yang mengandalkan industri pariwisata tersebut menjadi penghasil devisa terbesar bagi Negara serta memberi kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian, sosial dan budaya termasuk Negara Indonesia pada khususnya.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 17.506 pulau dengan pantai sepanjang 81.000 km dan laut seluas 5,8 juta km2 , memiliki potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa dan nyaris tidak tertandingi. Salah satu pariwisata yang menyumbang devisa dalam jumlah besar adalah Bali. Mengapa orang dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan sebagainya datang berduyun-duyun ke pantai Kuta dan pantai Sanur di Bali? Bukankah di negara mereka sendiri terdapat banyak pantai yang mungkin saja pemandangan alamnya lebih indah daripada pemandangan pantai Kuta dan Sanur di Bali tersebut? Bila kita kaji lebih dalam, ternyata yang menjadi tujuan mereka, para turis asing tersebut adalah ingin melihat Kebudayaan Bali yang terkenal eksotik dan unik, yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat mereka.

Kemajuan pariwisata budaya di Bali sangat ironis dengan kondisi pariwisata budaya di daerah-daerah Indonesia lainnya, salah satunya adalah Kabupaten Cilacap. Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah terbesar yakni 6,9% dari luas wilayah provinsi Jawa Tengah. Jika kita lihat dari segi geografis bahwa Pulau Bali memiliki persamaan dengan Kabupaten Cilacap yaitu memiliki potensi kelautan. Hal tersebut dikuatkan dengan pernyataan Murniyah Kepala Disparbud Cilacap bahwa “Hingga 29 Desember 2016 retribusi pariwisata yang sudah masuk telah mencapai Rp 2,28 miliar. Terdapat peningkatan sekitar 5 persen dari target yang dipatok. Target itu diperoleh dari objek wisata andalan Pantai Teluk Penyu dan Benteng Pendem. Keduanya merupakan penyumbang retribusi terbesar”.

Selain itu, Cilacap memiliki banyak kebudayaan bahkan setiap kecamatan memiliki kesenian khas masing-masing seperti Sedekah Bumi (Cilacap Tengah), Kuda Kepang/ Ebeg (Kawunganten), Reog (Maos dan Sampang), Kotekan Lesung (Kesugihan), Calung (Biangun), Calung Sunda (Dayeuhluhur), Baritan (Nusawungu), Nyadran (Adipala), Buncis (Kroya), Ngelik (Cipari), Tayub Jaipong (Wanareja) dan lainnya. Salah satu agenda besar tahunan kabupaten Cilacap adalah tradisi budaya “Sedekah Laut”. Lalu bagaimana dengan budaya-budaya lainnya yang ada di Kabupaten Cilacap? Bisakah seperti Pulau Bali? Bagaimana supaya budaya yang ada di Kabupaten Cilacap bisa menjadi destinasi wisata?. Tentu ini menjadi suatu tantangan bagi pariwisata Cilacap.

PEMBAHASAN

Untuk menjawab tantangan tersebut terdapat dua gagasan yaitu pariwisata berbasis budaya dan industri kreatif berbasis budaya serta tekhnologi.

  1. Tourism basic in culture ( Pariwisata berbasis budaya)

Hal yang dapat dilakukan bagi pariwisata Cilacap adalah dengan mencontoh kebudayaan di Bali dan Yogyakarta, misalnya seperti sendratari Ramayana. Berikut gagasan yang dapat dikembangkan di Cilacap yaitu :

  1. Seni Buncis yang mengekspresikan semangat perlawanan para pejuang terhadap imperialisme Belanda dapat ditampilkan disekitar lokasi wisata Benteng Pendem dan wisata Benteng Karang Bolong.
  2. Memadukan alat musik calung dengan kotekan lesung yang kemudian dipertunjukkan di wisata kuliner yang ada di Cilacap, misalnya di Rumah Makan yang menyediakan makanan khas Kabupaten Cilacap.
  3. Menampilkan tarian jaipong atau lengger untuk menyambut tamu di Hotel-hotel yang ada di Kabupaten Cilacap.
  4. Mengikutsertakan wisatawan untuk terlibat dari awal saat prosesi tradisi Baritan atau Nyadran.
  5. Menyuguhkan tarian kuda santri undig disekitar wisata Pantai Rancah Babakan, setelah itu wisatawan dibawa untuk mengunjungi makam Santri Undig sehingga menjadi suatu rangkaian wisata.
  6. Tarian Ebeg dapat dipertunjukkan di sekitar wisata Pantai Indah Widarapayung.
  7. Belajar membuat batik khas Cilacap dapat ditawarkan ke sekolah-sekolah pada saat liburan sekolah atau wisatawan.

2. Industri Kreatif Berbasis Budaya dan Tekhnologi

Selain keanekaragaman budaya lokal, kemajuan teknologi informasi juga memberikan manfaat bagi industry kreatif dan pelestarian budaya Indonesia. Berikut ini adalah beberapa hasil atau gagasan dari industry kreatif berbasis budaya dan teknologi:

  1. Batik Fraktal

Batik Fraktal adalah bentuk konstruksi yang mengakuisisi tradisi Indonesia dan tradisi matematika Barat yang dilakukan secara komputasional. Pengaplikasian dalam kain tetap menggunakan cara tradisional yaitu dengan canting dan cap. Hal tersebut dapat dijadikan wisata karena wisatawan dapat membuat sendiri desain batiknya, khususnya batik khas Cilacap.

b. Omah Ngapak

Terinspirasi dari rumah pintar yang ada di kota Yogyakarta yang berisi tentang budaya kota Yogyakarta. Cilacap dapat membuat omah ngapak yang berisi budaya Kabupaten Cilacap. Gagasan yang dapat dikembangkankan untuk Omah Ngapak yaitu :

1.) E-Wayang

E-wayang merupakan pendekatan membuat wayang menggunakan pendekatan proses digital. Pendekatan yang dimaksud adalah mentransformasikan proses membuat wayang manual menjadi pendekatan digital. Proses membuat e-wayang meliputi mempersiapkan media digital, mewarnai digital, dan mendalang digital.

2.) Game Edukatif Bernuansa Budaya

Game edukatif adalah game teknologi yang kontennya bernilai pendidikan. Kita bisa menciptakan game edukatif yang bertemakan budaya Cilacap. Game-game tersebut harus dikemas secara kreatif, sehingga mampu menarik minat penggunanya dan sekaligus memperkenalkan budaya Cilacap. Contoh game edukatif bernuansa budaya adalah game “Kuliner Cilacap”, “Permainan-permainan Tradisional di Cilacap”, “Tebak Bahasa Ngapak, “Body Motion Game khusus untuk Tarian Ebeg dan Reog”, “Dance Floor dengan musik Calung dipadukan dengan Kotekan” dan lainnya.

3.) Bioskop 4D Bernuansa Budaya Cilacap

Sebagian wisatawan merasa bosan apabila menonton film sejarah. Dengan adanya fasilitas 4D yang dilengkapi berbagai efek seperti efek air, angin, flash, kursi, dan smoke effect dapat menarik minat wisatawan dan tidak bosan apabila melihat film sejarah. Film yang diputar adalah sejarah Kabupaten Cilacap, Tradisi Sedekah Laut, Sejarah Benteng Pendem dan Sejarah Benteng Karang Bolong.

KESIMPULAN

Dengan adanya gagasan yaitu pariwisata berbasis budaya dan industri kreatif berbasis budaya serta tekhnologi diharapkan kota Cilacap dapat lebih maju dan terkenal seperti kota pariwisata lainnya di Indonesia seperti Bali, Yogyakarta dan yang lainnya. Sehingga dapat menarik wisatawan domestik maupun internasional.

Erna Rakhmah Meilinda

Guru Perbankan Syariah SMK Muhammadiyah 1 Cilacap

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *