Perundungan atau Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Kata bullying berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata bull yang berarti banteng yang senang merunduk kesana kemari. Dalam Bahasa Indonesia, secara etimologi kata bully berarti penggertak, orang yang mengganggu orang lemah. Pelaku bullying yang biasa disebut bully bisa seseorang, bisa juga sekelompok orang, dan ia atau mereka mempersepsikan dirinya memiliki power (kekuasaan) untuk melakukan apa saja terhadap korbannya

SMK MUHAMMADIYAH 1 CILACAP merupakan sekolah yang telah memprogramkan dan melaksanakan kegiatan pencegahan perundungan siswa melalui program pembinaan karakter. Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan ini adalah guna memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya saling tolong menolong dan saling peduli antar sesama serta menghindari tindakan bullying yang berdampak negatif bagi semua pihak.

Pelaksana Pencegahan Perundungan Pelaksanaan Program Pencegahan Perundungan di sekolah dilakukan oleh:

1. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

2. Koordinator BK/BP

3. Wali Kelas

4. Guru dan Tenaga Pendidik

5. Duta Anti Perundungan (20 Siswa).

Berikut isi Deklarsi Pencegahan Perundungan

DEKLARASI ANTI PERUNDUNGAN

SMK MUHAMMADIYAH 1 CILACAP

KAMI SISWA DAN SISWISMK MUHAMMADIYAH 1 CILACAP :

  1. MENGHORMATI SESAMA TEMAN, GURU, DAN SELURUH WARGA SEKOLAH
  • MENJAGA DAN MENGHARGAI PERASAAN TEMAN
  • MEMAHAMI KEBERAGAMAN INDIVIDU
  • MENERIMA PENDAPAT DAN KRITIK
  • MENOLAK SEGALA BENTUK PERUNDUNGAN
  • SIAP MENJADI GENERASI PERLOPOR ANTI PERUNDUNGAN

Kegiatan Pencegahan Perundungan yang dilaksanakan untuk memberi pemahaman kepada siswa tentang arti saling menghargai dan menghormati antar sesama. Siswa terbiasa melakukan aktivitas gotong royong di sekolah dalam setiap kegiatan. Siswa menyadari akan perlunya pembiasaan yang rutin dan konsisten, bukan hanya didalam kelas tapi juga diluar kelas. Di samping siswa juga membiasakan diri berperilaku unggul dan beretika dan konsisten melakukannya, para guru juga tidak kalah dengan siswa, bahwa setiap hari juga guru dan pegawai mendapatkan pembinaan dan arahan dari Kepala Sekolah untuk terus memberi contoh dan teladan yang baik bagi para siswa.

Lutfiana Fitri

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *