PENDAHULUAN

Kesulitan peserta didik dalam memahami materi pelajaran menjadi salah satu permasalahan yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Cilacap. Permasalahan tersebut ditandai dengan peserta didik kurang mampu menguasai materi pelajaran, peserta didik mendapatkan hasil belajar yang rendah, peserta didik tidak aktif ketika dilakukan tanya jawab, peserta didik menunjukkan sikap yang tidak peduli pada materi Akuntansi Bank Syariah. Masalah kesulitan memahami pelajaran dapat disebabkan oleh beberapa hal, baik yang bersumber dari guru maupun bersumber dari peserta didik seperti kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran, guru terlalu nyaman dengan cara mengajar yang digunakan sehingga tidak dapat menyesuaikan dengan perubahan kurikulum dan karakter peserta didik, dan peserta didik menilai model yang digunakan guru saat mengajar membuat peserta didik mengantuk dan membuat bosan. Hal ini diperburuk dengan kurangnya pemanfaatan media dan model pembelajaran inovatif yang diimplementasikan oleh guru dikelas. Oleh karena itu harus ada perbaikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Maka upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa pada Materi Akuntansi Bank Syariah adalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.

Terdapat penelitian yang mendukung tentang model pembelajaran Problem Based Learning yaitu menurut Samsiah (2017) menyatakan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hafsah (2016) yang menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa pada mata kuliah akuntansi keuangan. Dengan diterapkannnya model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi akuntansi bank syariah maka siswa dapat memahami dan membangun pengetahuannya sendiri melalui pemecahan masalah yang dilakukan secara bersama-sama pada saat diskusi kelompok.

Setelah model pembelajaran PBL diimplementasikan pada proses pembelajaran terdapat beberapa kendala seperti siswa yang belum percaya diri pada saat melakukan presentasi didepan kelas dan pemahaman siswa yang berbeda-beda terhadap materi sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah pada saat diskusi kelompok juga berbeda.

Pembahasan

Menurut Fathurrohman (2015:116) terdapat 5 sintak dalam PBL yang harus dilaksanakan dengan baik yaitu 1) orientasi siswa pada masalah, 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, 3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, 5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Semua sintak pada model pembelajaran PBL telah dilalui dan untuk mengatasi kendala yang muncul seperti pemahaman siswa yang tidak merata maka solusinya adalah dengan memberikan informasi dan referensi terlebih dahulu kepada siswa seperti bahan ajar/video pembelajaran yang menarik untuk mereka pelajari dirumah sehingga siswa lebih siap pada saat pertemuan berikutnya. Selain itu beberapa siswa yang belum percaya diri pada saat melakukan presentasi dapat diatasi dengan menyediakan panduan kepada siswa seperti memberikan motivasi, tips berbicara didepan umum dan bagaimana presentasi yang efektif dan menarik. Kemudian dilakukan pendampingan saat diskusi kelompok agar waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tidak melebihi batas waktu yang ditentukan.

Adapun yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru, dimana guru berperan sebagai pelaksana dari strategi yang telah direncanakan. Kemudian teman sejawat sebagai pihak yang memberikan masukan tentang strategi yang tepat untuk mengatasi tantangan yang ada dan peserta didik, dimana peserta didik sebagai pihak yang terlibat langsung pada penerapan strategi yang telah direncanakan.

Hasil dari proses pembelajaran menggunakan model PBL memberikan dampak positif yaitu hasil belajar siswa melalui soal pretest dan post test menggunakan aplikasi quizziz dan wordwall memperoleh hasil rekapitulasi berikut ini.

                                       Keterangan                 Pretest             Postest

Jumlah Siswa                              20                    20

                           Jumlah Siswa Tuntas                  13                    20

                           Hasil Belajar Klasikal                 65%               100%

                           Peningkatan                                 –                       35%

Melalui tabel diatas diperoleh peningkatan hasil belajar sebesar 35% dengan ketuntasan klasikal pada pretest sebesar 65% dan kemudian pada postest ketuntasan klasikal 100%. Hasil belajar siswa kelas XI LPBS telah memenuhi ketuntasan klasikal yang diharapkan. Selain itu, kelebihan penerapan model Problem Based Learning (PBL) menurut Shoimin (2017:128) bahwa salah satunya adalah siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran serta dapat mengatasi kesulitan belajarnya sendiri melalui kerja kelompok.

Respon siswa terkait strategi yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran PBL sangat positif. Mereka merasa lebih tertantang karena diberikan permasalahan yang harus diselesaikan. Selain itu mereka merasakan perbedaan antara model pembelajaran yang sebelumnya dengan model pembelajaran PBL bahwa model pembelajaran PBL lebih memudahkan mereka dalam memahami materi. Kemudian dengan adanya jembatan keledai untuk mengingat akun-akun dengan cara dinyanyikan membuat mereka menjadi tertarik dan berpikir kreatif. Mereka juga sangat senang ketika melakukan post test menggunakan aplikasi word wall karena seperti bermain game dan dapat diulang-ulang sehingga akan mudah teringat oleh mereka. Respon siswa terkait penggunaan model PBL memperoleh rekapitulasi sebagai berikut.

Keterangan                             Hasil

                          Jumlah Siswa                            20

                          Rata-rata                                   96%

                          Kriteria                              Sangat Positif

Melalui tabel diatas, diperoleh respon paling tinggi terletak pada indikator ketertarikan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebanyak 96% sehingga memperoleh kriteria sangat positif dan model pembelajaran PBL dapat digunakan pada mata akuntansi bank syariah untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Kesimpulan

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning mengakibatkan pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa sehingga pemahaman siswa dalam menganalisis pencatatan transaksi simpanan giro meningkat dan hasil belajar juga mengalami peningkatan. Sebagai tindak lanjut maka dapat dilakukan sinkronisasi kurikulum dengan Lembaga Keuangan Syariah sehingga akan memunculkan situasi nyata tentang permasalahan yang terdapat di Lembaga Keuangan Syariah kedalam pembelajaran di Sekolah.

Daftar Pustaka

Fenti Fitri Asvifah dan Wahjudi Eko. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Akuntansi Pada Materi Pelajaran Akuntansi Keuangan di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Jurnal Pendidikan Akuntansi 7(03)

Ika Miftahurrohmah1, EkoWahjudi. 2023. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Menganalisis Simpanan Dana Deposito Kelas X Perbankan Syariah SMKN 2 Mojokerto. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK). 11(1)

Erna Rakhmah Meilinda

Guru Perbankan Syariah SMK Muhammadiyah 1 Cilacap

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *